Wednesday, August 09, 2006

MENGAPA KEDHOLIMAN BISA TERJADI?

Kemarin malem simbah kedatangan sahabat karib sekaligus teman bisnis. Sohib simbah ini datang dengan suatu cerita yang bagus untuk diambil pelajarannya.

Seminggu lalu sohib simbah ini mendapat tawaran proyek ngecat tangki milik perusahaan container berjumlah tak kurang dari 140 tangki. Nilai kontraknya sebesar 400 USD tiap tangki. Jadi nilai total kontraknya sebesar 56.000 USD. Masya Allah.. syeeet dah. Duit kabeh kuwi...

Namun sewaktu ngobrol sama simbah, sohib ini menyatakan keraguannya untuk mengiyakan tawaran proyek tersebut. Kebetulan yang nawari proyek itu kakak kandungnya sendiri. Simbah nanya, apa yang menyebabkan ragu-ragu. Mulailah sohib simbah ini bercerita.

Nilai kontrak yang besarnya 400 USD tiap tangki itu ternyata nantinya ada potongan2 yang pada akhirnya dia hanya akan menerima 250 USD tiap tangkinya. Yang menyebabkan sohib simbah ini ragu bukan potongannya. Karena setelah diitung-itung dengan 250 USD pun dia masih bisa untung 500 ribu perak sampe sejuta per tangkinya. Namun keraguan sohib simbah ini lebih tertuju pada halal tidaknya si pemotong duitnya itu untuk memakan hasil potongannya. Karena seperti sudah banyak diketahui, praktek semacam ini tidak sedikit berjalan di republik ini.

Simbah akhirnya ngasih masukan. Tentu saja uang yang mereka makan itu tidak halal. Karena itu adalah bentuk kedholiman mereka kepada diri kita. Sohib simbah ini nanya lagi, apakah dengan demikian dia terlibat dengan kedholiman mereka? Simbah diam sejenak, lalu kasih jawaban dengan mengambil kutipan ucapan Imam Ali.

Imam Ali pernah berkata, bahwa yang namanya kedholiman itu bisa terjadi dikarenakan adanya kerjasama antara yang mendholimi dan yang didholimi. Maksudnya apa? Jika kita tidak mau didholimi dan mampu melawan kedholiman tersebut, maka kedholiman tidak akan terjadi. Atau setidaknya jika kita tidak mampu melawan kedholiman tersebut namun mampu untuk menghindar, maka kedholiman juga tidak akan terjadi.

maka simbah menyarankan 2 opsi. Pertama :Ambil proyek tersebut dengan tetap ngotot nilai kontraknya sesuai perjanjian, tidak ada potongan. Perjuangkan hak kita, sampaijika mereka gak suka kita biarlah mereka yang mengusir kita. Atau opsi kedua : kita menghindar dari tawaran proyek tersebut. menghindari segala kedholiman yang mungkin dan akan terjadi. Dengan demikian kita tidak ikut andil dalam masuknya barang haram ke perut munyuk bermuka manusia itu.

Sohib simbah ini memilih opsi kedua. Malam itu juga dia batalkan tawaran kontrak senilai 56.000 USD dengan pertimbangan matang. Katanya, dia tidak ingin tidurnya dibayang-bayangi rasa bersalah menandatangani nilai kontrak yang sebenarnya tidak ada realitasnya di lapangan.

Malamnya simbah mikir terus.... paginya mencret mangsur2... gara-gara kena kipas angin semalaman. Alhamdulillah diet gratis. (Simbah sengaja gak obati biar agak susut dulu simbah punya bobot. Simbah hantam pakai nasi Padang pedes biar tambah mangsur... ha kok sorenya mampet. Padahal sama boeng Koeaing disuruh minum Norit... wooo sala receipt koweorang boeng, ini receipt mandjoer ala mbahmoe...)

15 Comments:

At 6:10 PM, Anonymous oón nanggepi...

itu yang selama ini terjadi mbah! dihutan banyak beruk makan jeruk alias kuli ngemplang duit kantor dengan bantuan kontraktor...seharusnya auditor gampang nemu begituan tuh...bandingin aja harga pasar dgn harga kontraktor kadang 200% lebih tinggi punya kontraktor lho
wah boeng koeaing tidak sopan itoe poen, masa simbah disoeroeh minoem norit...mendingan kaporit mbah, sapa tau makin mancur xixixi...*dezigh* kurang ajar ya mbah!

 
At 6:58 PM, Anonymous Kalong's nanggepi...

Alhamdulillah, nambah satu cerita lagi ttg seseorang yang masih mikir halal-harom, mikir kebaikan bersama dan ndak silau dengan harta dunia...
*Semoga Tuhan melindungi...*

Weh, dokter ya bisa sakit perut tho?? kirain ga bisa... hihihi... :D

 
At 9:27 PM, Blogger Mbah Dr. Dipo nanggepi...

@ o'on
yah auditor itu kan Audit dengan niat kotor... gak bakalan nemu..
Minum kaporit? Air kapur campur seprit? Yo munthuk no...:D

@ kalong's
amiin..amiin
salah kipas angin kang, kanginan malah mbenjret..

 
At 12:07 AM, Blogger pippip nanggepi...

kepengen gak
mbonjrot?
disumpel karo
jambu aja mbah...

:D

 
At 6:27 PM, Anonymous Andy nanggepi...

ingsun dulu ikutan proyek bikin aplikasi buat salah satu instansi di jakarta (instansi kemanusiaan padahal), dari total nilai kontrak, cuman dapet separo. Piye jajal yen koyo ngono kuwi.... lha ngertine terakhir jhe... teko-teko dipotong ngono wae.... kampret bedhes elek

btw, obat mangsur yg manjur itu lak 'imodium' to mbah, dijamin jadi atos koyok uleg-uleg

 
At 7:07 PM, Blogger iway nanggepi...

mbah mbok ndaptar planet terasi tho, biar sayah ga ketinggalan mbah punya berita, nuwun

 
At 7:17 PM, Anonymous koeaing! nanggepi...

begitoela boeng doktor, Koempeni ambroek pasal hal-echwal begitoewan....oebat mentjret nasi padang daripada norit poen ? Sala kowe boeng, lebi mandjoer lagi itoe ajam pletjing ....bole ditanggoeng mantabh !

 
At 7:31 PM, Blogger Mbah Dr. Dipo nanggepi...

@ pippip
jambu blatungan? gak manjur... yen jambu bangkok, agi iso..

@ andy
itu instansi kemanusiaan apa instansi perbedhesan dan permunyukan... kok gak ada nilai manusiawinya..

@ iway
diusahakan... mingsih belom mudheng ttg dunia ginian bang..

@ koeaing
ajam itoe kan obat koreng poen.. djahadi djikalaoe koweorang poenja koreng, taroh di koreng koweorang nasi barang tiga bidji... troes berdjemoer di pinggir djalan, toenggoe itoe ajam liwat, biarkan itoe ajam matoek itoe nasi.... didjamin koreng semboeh boeng.. ini recipt warisan nene mojang jang terloepakan..

 
At 1:46 AM, Blogger Kelik nanggepi...

waaaah salut deh ama temen nya simbah, coba semua wakil kita di gedung MPR seperti itu semua mental nya, gak bakal runyam seperti sekarang ini negara kita, ya gak mbah

 
At 11:50 PM, Blogger Kelik nanggepi...

mbah dah berapa lama gelar dokternya di sandang.

 
At 5:33 AM, Anonymous koeaing! nanggepi...

piti'e diemplo mbah, boekan kowe kedjer2 matjem itoe....koppig doktor !

 
At 12:53 AM, Anonymous Anonymous nanggepi...

Salam, Mbah.
Klo temen Mbah tidak merasa didholimi dg menerima potongan itu gimana ya Mbah, artinya sama2 ikhlas. Yang motong jg punya hak u connection fee atau success fee, yah mereka berhak krn punya aset jaringan, yg dibangun dg kerja keras bertahun2 untuk menjaga reputasi. Tapi kuwalitas pekerjaan jg sesuwai dengan konterak. Salamkenal, tulisanmbahbagusdanbermanfaat, ardi.

 
At 3:01 AM, Anonymous Mbah Dipo nanggepi...

Salam kenal mas Ardi

Permasalahannya terletak pada tanda tangan kontraknya. Dimana pada suatu kontrak, nilai kontrak tertulis dengan jelas. Maka jika yang diterima tidak sesuai dgn angka dalam kontrak, berarti nilai kontrak itu bohong.

Kesalahan ada pada dua pihak. Si kontraktor yang mau bohong meneken sesuatu yang tidak riil, dan si wakil perusahaan yang motong nilai kontrak. Karena dia tak punya aset apapun di situ. Connection fee dan succes fee itu sebenarnya tidak ada. Dia sudah dibayar untuk itu dari gajinya yang dia terima tiap bulannya.

Perlu dicatat juga, bahwa tindakan maksiat di dalam kerangka agama, dinilai dari prosesnya. Bukan dari hasil. Jika di dalam prosesnya ada unsur kejahatan, keburukan atau yang semisal, maka hasil sebagus apapun tidak merubah kejahatan dan keburukan prosesnya sama sekali. Misal Naik haji dari hasil korupsi.

Jadi proses yang benar itu prioritas nomor satu. Meskipun hasil pekerjaan bermutu tinggi, namun jika dalam prosesnya berlangsung hal-hal yang tidak sesuai norma, maka hasil tidak akan merubah nilai prosesnya. Bahkan hasil tergantung nilai dari proses.

itu miturut simbah... :)

 
At 9:10 AM, Anonymous Tyo nanggepi...

Manjur tenan omongan simbah..
Kapan2 saya minta pendapatnya ya Mbah..
Btw, kalo dirupiahken ntu berapa Duit yah?

 
At 9:16 AM, Anonymous tyo nanggepi...

Wah saya ngisi lagi nie mbah..
Mengapa kedholiman bisa terjadi?
Jawabnya ya karena memang ada kedholiman di muka bumi.
Ngono tho mbah? (bingung)

 

Post a Comment

<< Home