Thursday, July 27, 2006

PERMEN : BISNIS MANIS

Dua hari yang lalu Simbah diajak rembugan seorang pelanggan bengkel, yang sering ngobrol di bengkel Simbah. Ini orang juga habis nyunatin keponakannya yang baru berusia 5 tahun di klinik simbah. Penampilannya biasa, masih muda. Namun membawa proposal bisnis yang lumayan ngejutin. Apa itu? Permen..!!

Makhluk manis bulet ini keliatannya gak "mbejaji" secara dhohir, namun ternyata membawa hoki dahsyat bagi pengusahanya. Si Pelanggan tersebut cerita, bahwa dia seorang distributor permen yang dia distribusikan ke seantero Jakarta. Jumlah kios/outlet yang dia garap adalah 3800. Jumlah yang menurut simbah fantastis untuk ukuran anak muda yang keliatan pringas-pringis cengengesan kalo diajak ngobrol. Tadinya, dua tahun yang lalu, dia merintis usaha tersebut hanya bermodal duit 800.000 ripis. Sekarang mobil Baleno warna silver sudah nengkreng di depan rumahnya.

Proposal yang dia ajukan adalah diversifikasi permen. Tadinya dia fokus ke satu merk saja, yakni Yupi. Sekarang mau mencoba permen Pim-Pom. Nah, permen ini per biji kulakannya cuman 200 ripis. Jual ke outlet/kios seharga 400 ripis (keuntungan 100%). Nanti outlet/kios njual ke konsumen 500 ripis. Permen tersebut diwadahi toples. Tiap toples isi 50 permen. Jadi satu toples modalnya 10.000 ripis. Sederhana bukan..? Nggak juga. Mengapa..? Lha kiosnya saja jumlahnya 3800 lho... Simbah ditawari ngisi 3000 nya. Itu saja kalo per kios diisi cuma satu toples berarti modal yang harus keluar 10.000 kali 3000... 30 juta ripis broer...

Kabar baiknya......... dari 700 kios yang sudah disetor permen Pim-Pomnya itu, sudah jalan dengan manis, perhari rata-rata terjual 2 permen... Bayangkan jika 3000 kios perharinya hanya laku 2 biji permen, maka itu berarti 6000 permen per hari... dan itu berarti 180.000 per bulan. Dan itu berarti juga keuntungan kotornya 180.000 kali 200 ripis...berapa? Nggak nyangka..... 36 juta ripis broer.. (baca Rp 36.000.000,00)

Uang itu dibagi 2, pemodal dan pengusaha. Simbah sebagai pemodal dibagehi 25%. Artinya itu 25% kali 36 jeti sama dengan 9 jeti. Tarohlah paling jelek terjual cuman sebiji perhari, simbah masih bisa ngantongi 4,5 jeti per bulan. Itu cuma ongkang-ongkang, ngilar-ngiler, ongap-angop, ngowah-ngowoh thok, karo rodo melek sithik. Ha kok penak? Nyaaaat.....

Herannya kok Simbah yang ketiban sampur ditawari bisnis ini... Tapi simbah gak murko wal mburog... nggragas dipangan dewe. Bagi yang berminat mau ikut urun modal, simbah jual saham 30 lembar nih. Tiap lembar nilainya sak jeti... Malam jum'at ini sudah disambut beberapa pemodal kuat. Malah ada yang mau mborong semua, tapi simbah gak membolehkan aksi ngongso kayak gitu.

Lha kalo ada yang berminat, kontak saja sama Simbah. Kirim email ke simbah. Ntar dikasih unjuk detil rincinya. Dibuka cuma sampe 3 hari ke depan ini.

Satu hal yang simbah gak nyangka... Wong cuman jualan permen murah kayak gitu kok ya malah untungnya sak hohah gitu lho.. Lha yang kantoran pake dasi, nyangking koper, klimis, titel es satu, sepatu kinclong, kantoran di gedung tumpuk, ngadep komputer Pentium sewidak rolas.. malah gajine kadang gak ada separonya oknum penjual permen tadi. Simbah kalkulasi setelah nggaji 4 anak buah dan sekitar 5 pegawe pembungkus permen, oknum ini masih ngantongi sekitar 7 sampe 8 juta ripis bersih per bulan... dari usahanya ini.

Bisnis mut-mutan emang manis....

6 Comments:

At 4:36 PM, Anonymous si Kalong's nanggepi...

Ini bisnis halal-harom mbah? hihihi... :D

 
At 7:27 PM, Blogger pippip nanggepi...

bisnise ketho'e
sip mbah, tp
aku lg gak dhuwe
duit alias
lg bokek

 
At 11:33 PM, Anonymous Jauhari nanggepi...

Mbah emaile opo to?

 
At 8:15 PM, Anonymous aribowo nanggepi...

trus kalo seandainya aku ikut bantu modal satu juta ntar aku dapet berapa mbah sebulannya

 
At 12:19 AM, Anonymous Mbah Dipo nanggepi...

tiap lembar saham atawa 1 juta ripis dapat 3,3 % dari total keuntungan.
kalo 2 juta tinggal ngalikan, 3 juta begitu juga... dst.

kalo sebulan untung 10 juta, maka pemodal yg punya saham selembar dapet pembagian 330.000 ripis...

 
At 3:29 AM, Anonymous koeaing! nanggepi...

mbah, djiakalw roegi kepriben poen ?

 

Post a Comment

<< Home