Monday, July 31, 2006

KUNTILANAK TAKLIM

Ini bukan cerita isapan jempol. Namun lebih merupakan ungkapan keheranan simbah pada suatu peristiwa di daerah Bojong Gede, Bogor. Peristiwanya terjadi di tahun 2004, saat simbah diserahi ngurus lahan dan kolam seluas 1,6 hektar di daerah itu. Di Lahan tersebut sudah ada 2 rumah besar, 5 kapling kontrakan dan kurang lebih 16 kolam ukuran besar dan kecil. Waktu itu rencana simbah daerah tersebut mau dijadikan pusat kegiatan dakwah.

Langkah pertama yang dilakukan simbah dan sohib-sohib adalah mengisi kolam yang ada dengan ikan lele. Untuk ini simbah nggaji 3 orang pegawe, sebut saja Tarman, Madi dan Wanto. Mereka tinggal di kapling kontrakan. Untuk menarik peran serta masyarakat, simbah menggalang dana bagi anak-anak Yatim di daerah situ. Mereka dikumpulkan dan disantuni dengan bermacam bantuan. Ada uang tunai, seperangkat alat sholat, alat tulis, Al Qur'an dan Iqro'. Waktu itu ada lebih dari 30 anak yatim kita santuni. Dan merekalah proyek pertama simbah untuk dididik di TPA yang langsung didirikan saat itu juga.

Singkat cerita, akhirnya di kalangan bapak-bapak pun juga terbentuk majelis taklim. Hanya saja acaranya malam selepas Isya. Bulan pertama berjalan lancar. Bapak-bapak itu diajar oleh pegawai-pegawai kolam yang memang dipilih yang pinter ngaji. Mulai bulan ketiga, saat selesai panen lele pertama mulai ada kasus aneh. Yakni isyu adanya kuntilanak yang suka kluyuran meronda di komplek kolam. Opo tumon....

Tadinya isyu itu dianggep angin lalu, sampai si Madi salah seorang pegawe kolam menemui sendiri si oknum kuntilanak itu saat berkeliling ronda malam memeriksa saluran kolam. Hanya saja dua pegawe lainnya sama sekali gak pernah ketemu sekalipun, meski sering juga meronda malam antara jam-jam satu sampai jam tiga malam. Bahkan seringkali di tengah rintik hujan malam-malam.

Yang bikin tambah heboh adalah di saat taklim malam digelar, karena pesertanya banyak, sebagian peserta akhirnya mendapat tempat di teras tempat taklim. Ha kok pas khusyuk-khusyuknya taklim, salah seorang peserta yang ada di luar teriak-teriak melihat kuntilanak ikut duduk di sampingnya. Tadinya dia anggep orang biasa yang nimbrung taklim, maklum suasananya agak gelap di luar. Lha begitu diamati dengan cermat, ternyata wanita berbaju putih dengan rambut terurai panjang sedang nongkrong disampingnya. Kontan saja taklim jadi geger. Sebenarnya peserta yang lain gak tahu-menahu dan tidak melihat oknum kuntilanak yang nimbrung taklim itu. tapi karena ada satu yang merasa melihat, semuanya kontan merinding.

Semenjak saat itu, taklim malam jadi sepi. Meskipun diusahakan didatangi dan diajak lagi, tapi banyak warga yang masih ketakutan untuk hadir taklim malam. Akhirnya taklim pun berhenti. TPA yang sore pun akhirnya berhenti juga. Karena selama ini TPA nya selesai menjelang maghrib, sedangkan lahan yang dikelola simbah itu kan lumayan luas. Jadi pada ketakutan juga pulangnya.

Simbah sebenarnya masih bingung akan konsep-konsep yang berbicara tentang gendruwo, kuntilanak, pocongan dlsb. Apalagi konsep jin muslim atau jin kafir. Simbah hanya memiliki konsep sederhana saja. Bahwa manusia itu diperintah taat pada Allah. Musuhnya adalah syetan yang selalu ngajak mbalelo. Temannya adalah malaikat yang menolongnya taat pada Allah.

Jadi cuma ada 3 unsur pelaku hidup yakni manusia sebagai sentral, setan sebagi penggoda dan penghalang, malaikat sebagai penolong dan pendukung.

Nah kalau ada jin muslim, dan dia makhluk ghaib, maka tetep dia harus tunduk pada aturan Al Qur'an dan Hadits. Wudhu pake air, makan yang halal, ketemu orang sunnahnya salam, korban nyembeleh wedhus, atau sapi dlsb. Lha yang terjadi tidak begitu. Katanya jin makanannya kotoran hewan, jelas ini tidak thoyyiban. Blusak-blusuk rumah orang tidak salam. Qurban gak jelas yang disembelih apa. Wudhu pakai apa gak ada keterangan. Bagaimana bisa menjalani syariat Nabi saw yang seorang manusia. Kecuali mereka punya Nabi sendiri dari kalangan mereka yang punya syariat tersendiri. Kalo begitu gak perlu diutak-utik. Gak perlu dikaitkan sama aturan Islam, ataupun Nabi Muhammad saw, wong mereka punya syariat dan aturan sendiri kok.

Sampai saat ini belum ada kyai sekaliber apapun yang bisa menjawab pertanyaan yang mengganjal di hati simbah. Maka konsep simbah ya seperti yang di atas tadi. Maka kalo si kuntilanak itu nemui kita, harusnya didakwahi, diajak sholat, mbayar zakat, munggah kaji dlsb. Bukannya lari terkencing-kencing. Ini kalo konsep jin muslim dan jin kafir dipegang. Sebab semua yang punya beban untuk taat kepada Allah harus didakwahi. Termasuk kuntilanak, gendruwo, gundul pringis dll. Bahkan seandainya ada Alien yang mendarat pakai UFO di tengah-tengah kita, mereka harus diajak juga mengikuti syariat yang berlaku bagi umat akhir jaman ini. Bukan malah diem saja dan cuma takjub sampe terngowoh-ngowoh.

Bagi simbah aturan dan agama manusia hanya bisa dijalani manusia. Bangsa jin (yg ghaib) tidak mungkin ikut aturan manusia. Jika ada istilah jin muslim dalam Al Qur'an pastilah itu manusia juga, hanya saja disebut sebagai jin karena keistimewaannya. Orang arab pun terhadap orang asing juga memakai istilah jin. Sedangkan setan, jelas-jelas mereka ingkar dan maksiyat. Dan tak pernah ada cerita tobatnya, sebagaimana gak ada cerita malaikat kok maksiyat beli nomer togel.

Namun yang jelas usaha simbah di Bojong Gede ini sekarang terhenti. Salah satu faktornya adalah kuntilanak itu. Sedangkan kolam lelenya simbah serahkan lagi ke pemiliknya untuk dikembangkan.

11 Comments:

At 8:46 PM, Anonymous oón nanggepi...

aku selalu berdoá biar gak sampe ketemu sama itu yang namanya hantu atau mahluk halus mbah, takut semaput kalo ketemu langsung mbah.
sayang ya, taklimnya terhenti :(

 
At 9:48 PM, Blogger pippip nanggepi...

knp kolamnya gak
dikembangin jd
kolam pemancingan aja
mbah, ntar kl udah rame
taklim mungkin
bs dilaksanakan lagi
waktu pagi hari
hbs subuhan
setelah sholat subuh
terus taklim,
terus mancing,
bar iku mbakar iwak...
enak tenan...

 
At 12:33 AM, Anonymous koeaing nanggepi...

itoe koenti tjakep tida meneer ? Djikalaw tjakep tinggal koweorang pakeo dija orang poenja kepala, djadiken sahadja baboe disitoe poen.....

 
At 1:25 AM, Blogger Mbah Dr. Dipo nanggepi...

# oon
memang harus sering baca hewes-hewes, ndonga, tapi begitu ketemu apalan donga ilang kabeh.. :)

# pippip
wah, jadi inget pas malem tahun baru 2005 kemarin... taklim trus bakar ikan disono... manteb..ikan gurame kang

# koeaing!
itoe koenti mirip sadako di pilem The Ring poen. bih baek gak oesah dipakoe lah...

 
At 6:11 AM, Blogger the kalong's nanggepi...

Hmmm... Kuntilanak yang aneh...

 
At 2:27 AM, Anonymous Kombor nanggepi...

Oalah... menungso sing kajen keringan kok wedi karo kuntilanak, wewe gombel, glundhung-glundhung pringis lan sapanunggalane. Kocap kacarita menawa menungso kuwi makhluk kang paling dhuwur drajade tinimbang bongso alus, satwo, wit-witan, watu, gunung, samudro, srengenge, lintang lsp.

Geneya jamaah taklim kang dadi srana sinau lan atur pamuji dening Pangeran kok malah wedi karo kuntilanak sing melu ngaji.

Ora mlebu nalar blas ki menungso-menungso Bojong Gedhe...

 
At 3:32 AM, Blogger Mbah Dr. Dipo nanggepi...

# kang kombor
Nggih makaten niku kang.. simbah nggih sedih. Ha wong nanem modal ngantos jutaan ripis kok muspro goro-goro takhayul gugon tuhon ingkang mboten karuwan... ngisin-isini tenan..

 
At 6:37 PM, Anonymous koeaing! nanggepi...

ko mala diisingi tombah ? kepriben rika ?

 
At 9:21 PM, Blogger tikabanget nanggepi...

kuntilanak itu yang kayak apa tho mbah?
Biar kalo ketemu jadi tau dan bisa kenalan gitu..
Tapi aku gak mau liat..:(

 
At 12:06 AM, Anonymous aribowo nanggepi...

*Yang bikin tambah heboh adalah di saat taklim malam digelar, karena pesertanya banyak, sebagian peserta akhirnya mendapat tempat di teras tempat taklim. Ha kok pas khusyuk-khusyuknya taklim, salah seorang peserta yang ada di luar teriak-teriak melihat kuntilanak ikut duduk di sampingnya. Tadinya dia anggep orang biasa yang nimbrung taklim, maklum suasananya agak gelap di luar. Lha begitu diamati dengan cermat, ternyata wanita berbaju putih dengan rambut terurai panjang sedang nongkrong disampingnya. Kontan saja taklim jadi geger.*

yang bener mbah ceritanya nyata neeh.
serem amat

 
At 12:32 AM, Blogger Mbah Dr. Dipo nanggepi...

# tikabanget
kuntilanak itu kayak sundel bolong minus bolongnya... jadi kayak sundel thok... eh gak juga ding... :P

# aribowo
Ini kisah nyata kang, saksinya banyak...

 

Post a Comment

<< Home