Tuesday, June 27, 2006

Antara Sakit Jiwa dan Kesurupan

Dua peristiwa di atas adalah peristiwa yang kejadiannya kadang sama. Hanya saja ketika sang dokter yang periksa, kesimpulannya selalu merujuk kepada kelainan kejiwaan yang sudah terstandart pada pedoman diagnosa penyakit jiwa (PPDGJ). Namun apabila yang memeriksa adalah "Wong Pinter" dengan segala atributnya, maka biasanya yang muncul adalah fatwa-fatwa sakti yang mengatasnamakan makhluk halus. Maka disebutlah segala macam nama jin, setan, wewe gombel , kuntilanak dan rombongannya.

Simbah pernah dipanggil untuk menangani suatu kejadian unik, dimana ada seorang perempuan muda (usia 21 tahun) mengalami gangguan kejiwaan. Sang perempuan ngamuk, semua dipisuhi entek ngamek kurang golek. Waktu Simbah dateng, ha kok di dalam rumah sudah ada oknum dukun berjenggot, sedang jopa-japu japa mantra. Si pasien meronta-ronta dipegangi orang banyak, diiket. Simbah lihat, jidatnya mlonyoh. Usut punya usut ternyata habis dikompres air mendidih untuk ngusir jin yang ngganggu. Kasihan juga gadis ini, pikir simbah.

Waktu itu simbah suntik penenang, anti nyeri dan Simbah sarankan rawat di Rumah Sakit. Familinya gak setuju, menurutnya anak perempuan itu gak sakit, tapi cuma diganggu sama setan, jin dan bala tentaranya. Waktu itu yang nonton hampir sak gang situ tumplek blek.

"Wah iya", simbah mbatin. "Simbah baru sadar bahwa ini di depan orang banyak."
Jelas saja orang lebih suka disebut kesurupan, kesetanan, kejinan, diganggu jin dan makhluk halus.... daripada harus malu menanggung fakta bahwa anaknya mengalami Gangguan Kejiwaan. Inilah kunci tumbuh suburnya kepercayaan klenik dan takhayul.

Masyarakat agamis pun seringkali nambah-nambahi parah kondisi ini, bukannya menghapus segala macem kepercayaan koclok seperti itu. Suatu ketika teman sejawat Simbah yang sedang bertugas di UGD RSJ Mangunjaya Solo, kedatangan pasien ngamuk dari suatu pesantren. Pasien ini dibawa oleh Ustadznya. Katanya sih ustadz dari ulama salaf. Dia bilang, "Pak Dokter, ini orang sudah ane usir itu jin dan setan yang merasuki tubuhnya, hanya saja jumlah jin dan setannya bejibun, ada sebelas.... ane sudah usir sembilan. Ini tinggal dua ekor... ane kewalahan, jin nya kelas wahid, tenaganya super mantaf... silaken dokter tangani ..!"

Wah ini jin apa kesebelasan jin... merasuki kok rombongan. Maka teman sejawat simbah itu nggak perlu itu mbaca jopa-japu... cukup ambil dizepam satu ampul... lantas mak blusssh.... pasien disuntik... dan 15 menit kemudian pules... diem tidur. Ealaah... jinnya sama suntikan keok. Jin super mantaf yang dibacain ruqyah macem2 kok kebal, sama obat temuan orang yahudi kapir jahiliyah malah mempan.... sing ediyan sopo iki...??

Simbah bukan orang yang tidak beriman pada hal yang ghaib. Tapi mbok ya pada tempatnya. Kalo memang gangguan jiwa, sudahlah diterapi secara kejiwaan yang komprehensif, insya Allah malah nyunah. Tapi kalo diaku-aku gangguan jin hanya karena malu dan kewirangan kalo dikatakan Sardi (Sarapnya ndadi) atau Sarno (Sarape keno), wah ini sudah menutupi fakta....

Simbah mau menutup postingan ini dengan satu kisah lagi. Ada pembantu Rumah Tangga (PRT) yang kata orang kesurupan. Maka dipanggillah kyai lokal spesialis ahli pengusir roh jahat. Setelah dihewes-hewes dan disembar-sembur, ternyata malah semangkin parah. Sang juragan dari PRT tadi langsung ngontak simbah.
"Nyuwun tulung mbah, mang usadani nopo mriku, kajengipun saras." katanya
"Nggih, pak"... sekali lagi simbah cuma ngasih Diazepam 10 mg injeksi. Dan efeknya PRT tadi langsung lemes dan tertidur. Begitu bangun, simbah tanya sudah nyambung. Ternyata PRT ini sedang dirudung masalah mau dijual sama temennya ke Batam untuk jadi PSK. Tapi sempat melarikan diri.... dan mulailah waham kejar alias paranoidnya muncul. SAering teriak-teriak seperti orang dikejar-kejar setan.

Oalah... mangkanya jopa-japunya Mbah Kyai Dukun gak mempan.....

4 Comments:

At 10:37 PM, Anonymous andi nanggepi...

sekarang ini emang rancu antara kesurupan karena jin dan karena stress. Tapi gak selamanya bisa diselesaikan dengan medis mbah, kadang kala memang harus diselesaikan secara non medis. Pengalaman pribadi sih mbah, aku juga pernah dihinggapi "Jin" karena dokter tidak dapat mendeteksi jenis penyakit apa yng ada di tubuh ini, setelah di ruqyah, Alhamdulillah sembuh. Tapi kejadiannya dulu waktu masih kuliah lho mbah .. :D klo skr sakitnya kebanyakan karena stress jadi macem 2x :) he he he .. thxs atas wejangannya lho mbah .. skr dah membaik :D

 
At 5:58 PM, Anonymous anang nanggepi...

Memang jaman tansoyo modern penyakite manungso soyo werno-werno, mulo kon dho tambah le eling lan waspada nggih Mbah!

 
At 7:35 PM, Anonymous Mbah Dipo nanggepi...

Buat cak andi... Kalo stress gitu lak gampang aja, wong rumahnya deket RSJ. Tinggal mak nyuk, sudah sampe deh... hehe..

Kagem mas Anang, panci wernaning piloro punika kathah-kathahipun dipun sebabaken tumindakipun manungso ingkang sansoyo biayakan..

 
At 10:01 PM, Anonymous Jauhari nanggepi...

Manusia itu seperti itu dan akan seperti itu *halah*

 

Post a Comment

<< Home